Saturday

Bank Indonesia Milik Siapa ?

Leave a Comment
Biarpun secara undang-undang BI milik indonesia dan diamanatkan dalam undang-undangnya ialah untuk mencapai dan menjaga kestabilan nilai rupiah. tapi Tidak satupun anggota kabinet yang pegang posisi di BI dan biarpun pemimpin di BI orang indonesia tetap saja Bank-bank sentral adalah perusahaan swasta yang diberi hak monopoli mencetak uang. 
Bank Indonesia milik siapa dan siapa pemengang sahamnya?

BI

Kebanyakan orang, warga negara di hampir semua negara nasional di dunia ini, tidak memahami bahwa mata uang kertas yang mereka pakai di negaranya bukanlah terbitan pemerintah setempat. Hak monopoli penerbitan uang kertas diberikan kepada perusahan-perusahaan swasta yang menamakan dirinya sebagai ”bank sentral”.

Sebelum ada bank sentral sejumlah bank swasta menerbitkan nota bank yang berlaku sebagai alat tukar tersebut. Dimulai di Inggris, dengan kelahiran Bank of England, hak menerbitkan uang kertas itu mulai diberikan hanya kepada satu pihak saja. Memang, kebanyakan bank sentral itu melabeli dirinya dengan nama yang berbau-bau nasionalisme, sesuai negara masing-masing.

Bank Sentral Milik Keluarga-Keluarga
Marilah kita ambil bank sentral paling berpengaruh saat ini, yaitu Federal Reserve AS, yang menerbitkan dolar AS. Saham terbesar Federal Reserve of America ni dimiliki oleh dua bank besar, yaitu Citibank (15%) dan Chase Manhattan (14%). Sisanya dibagi oleh 25 bank komersial lainnya, antara lain Chemical Bank (8%), Morgan Guaranty Trust (9%), Manufacturers Hannover (7%), dsb. Sampai pada tahun 1983 sebanyak 66% dari total saham Federal Reserve AS ini, setara dengan 7.005.700 saham, dikuasai hanya oleh 10 bank komersial, sisanya 44% dibagi oleh 17 bank lainnya.

Bahkan, kalau dilihat dengan lebih sederhana lagi, 53% saham Federal Reserve AS dimilik hanya oleh lima besar yang disebutkan di atas. Bahkan, kalau diperhatikan benar, saham yang menentukan pada Federal Reserve Bank of New York, yang menetapkan tingkat dan skala operasinya secara keseluruhan berada di bawah pengaruh bank-bank yang secara langsung dikontrol oleh ‘London Connection’, yaitu, Bank of England, yang dikuasai oleh keluarga Rothschild.

bank sentral inggris
Bank of England
Sama halnya dengan bank-bank sentral di berbagai negara lain, namanya berbau nasionalis, tapi pemilikannya adalah privat. Bank of England, sudah disebutkan sebelumnya, bukan milik rakyat Inggris tapi para bankir swasta, yang sejak 1825 sangat kuat di bawah pengaruh satu pihak saja, keluarga Rothschild. Pengambilalihan oleh keluarga ini terjadi setelah mereka mem-bail out utang negara saat terjadi krisis di Inggris. Deutsche Bank bukanlah milik rakyat Jerman tapi dikuasai oleh keluarga Siemens dan Ludwig Bumberger.

Sanghai and Hong Kong Bank bukan milik warga Hong Kong tapi di bawah kontrol Ernest Cassel. Sama halnya dengan National Bank of Marocco dan National Bank of Egypt didirikan dan dikuasai oleh Cassel yang sama, bukan milik kaum Muslim Maroko atau Mesir. Imperial Ottoman Bank bukan milik rakyat Turki melainkan dikendalikan oleh Pereire Bersaudara, Credit Mobilier, dari Perancis. Demikian seterusnya.

Jadi, ‘Bank-bank Nasional’ seperti ini, sebenarnya, adalah sindikat keuangan inter-nasional, modal ‘antar-bangsa’ yang secara riel tidak ada dalam bentuk aset nyata (specie) apa pun, kecuali dalam bentuk angka-angka nominal di atas kertas atau byte yang berkedap-kedip di permukaan layar komputer.

Bank-bank ini sebagian besar dimiliki oleh keluarga-keluarga yang sebagian sudah disebutkan di atas.

Utang-utang yang mereka berikan kepada pemerintahan suatu negara tidak pernah diminta oleh rakyat negara tempat mereka beroperasi tapi dibuat oleh pemerintahan demokratis yang mengatasnamakan warga negara. Mereka, para bankir ini, adalah orang-orang yang tidak dipilih, tak punya loyalitas kebangsaan, dan tidak akuntabel, tetapi mengendalikan kebijakan paling mendasar suatu negara. Dan, setiap kali mereka menciptakan kredit, setiap kali itu pula mereka mencetak uang baru dari byte komputer belaka.
Bank Indonesia Milik Siapa?

Kalau bank-bank sentral di negeri-negeri lain milik keluarga tertentu yang tidak memiliki loyalitas kebangsaan, siapakah yang memiliki Bank Indonesia?

Ini adalah pertanyaan valid yang seharusnya kita ajukan sebagai warga negara Republik Indonesia. Kita tahu, rupiah pun diterbitkan oleh BI, sebagai pihak yang diberi hak monopoli untuk itu. Kita tidak pernah diberitahu siapa pemegang saham BI. Tapi, marilah kita tengok sejarah asal-muasal bank sentral di Indonesia ini.

Begitu Indonesia dinyatakan merdeka, para pendiri republik baru ini, menetapkan BNI 1946 sebagai bank sentral, dan menerbitkan uang kertas pertamanya, yaitu ORI (Oeang Repoeblik Indonesia), dengan standar emas, setiap Rp 10 didukung dengan 2 gr emas. Ini artinya rupiah dijamin 1/5 gram emas per 1 rupiah. 

Tapi, ketika Ir Soekarno dan Drs M Hatta menyatakan kemderdekaan RI, Pemerintah Kolonial Belanda tidak mengakuinya, apalagi menyerahkan kedaulatan republik baru ini. Belanda mengajukan beberapa syarat untuk dipenuhi, dan selama beberapa tahun terus mengganggu secara milter, dengan beberapa agresi KNIL. Akhirnya, sejarah menunjukkan pada kita, terjadilah perundingan itu, 1949, dengan nama Konferensi Meja Bundar (KMB).

Melalui Konferensi Meja Bundar (KMB), 1949, disepakatilah beberapa kondisi pokok agar RI dapat pengakuan Belanda.

Pertama, penghentian Bank Negara Indonesia (BNI) 1946 sebagai bank sentral republik, dan digantikan oleh N.V De Javasche Bank, sebuah perusahaan swasta milik beberapa pedagang Yahudi Belanda, yang berganti nama menjadi Bank Indonesia (BI).

Kedua, dengan lahirnya bank sentral baru itu pencetakan Oeang Republik Indonesia (ORI), sebagai salah satu wujud kedaulatan republik baru itu dihentikan, digantikan dengan Uang Bank Indonesia (direalisasikan sejak 1952).

Ketiga, bersamaan dengan itu, utang pemerintahan kolonial Hindia Belanda sebesar 4 miliar dolar AS kepada para bankir swasta itu tentunya - diambil alih dan menjadi “dosa bawaan” republik baru ini.

Kondisi ini berlangsung sampai pertengahan 1965, ketika Bung Karno menyadari kuku-kuku neokolonialisme yang semakin kuat mencenkeram bangsa muda ini. Maka, Agustus 1965, Bung Karno memutuskan menolak kehadiran lebih lama IMF dan Bank Dunia di Indonesia, bahkan menyatakan merdeka dari Perserikatan Bangsa Bangsa. Sebelumnya, antara 1963-1965, Presiden Soekarno telah menasionalisasi aset-aset perusahaan-perusaha an Inggris dan Malaysia, serta Amerika; sebagai kelanjutan dari pengambilalihan aset-aset perusahaan Belanda, pada masa 1957-1958.

Tapi Bung Karno harus membayar mahal tindakan politik penyelamatan bangsa Indonesia dari kuku neokolonialisme ini: Ir Soekarno harus enyah dari Republik ini, dan itu terjadi 1967, dengan naiknya Jenderal Soeharto sebagai Presiden RI ke-2. Dengan enyahnya Ir Soekarno, neokolonialsme bukan saja kembali, tetapi menjadi semakin kuat. Tindakan pertama Jenderal Soeharto, 1967, adalah mengundang kembali IMF dan Bank Dunia, dan kembali menundukkan diri sebagai anggota PBB.

Neokolonialisme Berlanjut
Berkuasanya Orde Baru, di bawah Jenderal Soeharto, menjadi alat kepanjangan neokolonialisme melalui pemberian ‘paket bantuan pembangunan’. Untuk dapat ’membangun’, bagi bangsa-bangsa ‘terbelakang, miskin dan bodoh, dalam definisi baru sebagai “Dunia Ketiga” yang baru merdeka ini, tentu memerlukan uang. Maka disediakankan ‘paket bantuan’, termasuk sumbangan untuk mendidik segelintir elit, tepatnya mengindoktrinasi mereka, dengan ’ilmu ekonomi pembangunan’, ‘manajemen pemerintahan’; plus ‘pinjaman lunak, bantuan pembangunan’, lewat lembaga-lembaga keuangan internasional (dengan dua lokomotifnya yakni IMF, Bank Pembangunan/Bank Dunia).

Kepada segelintir elit baru ini diajarkanlah ekonomi neoklasik, dengan model pembiayaan melalui defisit-anggaran-nya, dengan teknik Repelita bersama mimpi-mimpi elusif Rostowian-nya (teori Tinggal Landas yang terkenal itu), sebagai legitimasi dan pembenaran bagi utang negara yang disulap menjadi ’proyek-proyek pembangunan’ dan diwadahi dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Untuk hal-hal teknis para teknokrat tersebut, kemudian ’didampingi’ oleh para konsultan spesial para economic hit men sebagaimana dipersaksikan oleh John Perkins itu. Semuanya, dilabel dengan nama indah, ’Kebijakan dan Perencanaan Publik’. Maka, utang luar negeri Indonesia yang hanya 6.3 milyar dolar AS di akhir masa Soekarno (dengan 4 miliar dolar di antaranya adalah warisan Hindia Belanda tersebut di atas), ketika Orde Baru berakhir menjadi 54 milyar dolar AS (posisi Desember 1997). Lebih dari sepuluh tahun sesudah Soeharto lengser utang luar negeri kita pun semakin membengkak menjadi lebih dari 150 milyar dolar AS. Kita tahu, jatuhnya Jenderal Soeharto, adalah akibat “krisis moneter”, yang disebabkan oleh kelakuan para bankir dan spekulan valas.

Tetapi, rumus klasik dalam menyelesaikan “krisis moneter” adalah bail out, yang artinya pemerintah “atas nama rakyat” harus melunasi utang itu. Ironisnya, langkahnya adalah dengan cara mengambil utang baru, dari para bankir itu sendiri!

Dan, bayaran untuk itu semua, dari ironi menjadi tragedi, adalah republik ini kini sepenuhnya dikendalikan oleh para bankir. Melalui letter of intent seluruh kebijakan pemerintahan RI, tanpa kecuali, hanyalah menuruti semua yang ditetapkan oleh para bankir. Dua di antaranya yang terkait dengan bank sentral dan kebijakan uang adalah:
  
Mulai 1999, Bank Indonesia, yang semula adalah De Javasche Bank itu, telah sama sekali dilepaskan dari Republik Indonesia. Gubernur BI bukan lagi bagian dari Kabinet RI. Ia tidak lagi harus akuntabel kepada rakyat RI. Mulai 2011 melalui UU Mata Uang (kalau disahkan) Bank Indonesia dilegalisir sebagai pemegang hak monopoli menerbitkan uang kertas di Indonesia. Dan bersamaan dengan ini dilakukan kriminalisasi atas pemakaian mata uang lain sebagai alat tukar di Republik Indonesia. Dengan kemungkinan pengecualian atas mata uang kertas tertentu, yang bisa kita duga maksudnya, tentu saja adalah dolar AS.

Dolar Hong Kong diterbitkan oleh Bank-Bank Swasta Kalau para wakil rakyat di DPR, yang kini tengah merampungkan UU Mata Uang, tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti semua konstelasi ini, warga Republik ini harus memahaminya. Dan, sebagai warga negara yang mengerti, kita memiliki hak asasi dan hak konstitusional untuk mengambil keputusan sendiri.
  
Oleh Zaim Saidi – Direktur Wakala Induk Nusantara

Biar lebih afdol yuk di simak video yang ada hubungannya dengan bank



Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Jika anda Ingin mengcopy artikel ini ke blog/situs anda harap atau di mohon dengan kerendahan hatinya umtuk  memberikan/mencantumkan sumber link aktif yang menuju ke artikel ini Sesama Manusia mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Read More

Inilah Sumber dari Semua Permasalahan yang ada di dunia ini

Leave a Comment
redshild

Posting kali ini saya akan memposting kembali sebuah dongeng yang sangat menggambarkan realita kehidupan di dunia ini dari Larry Hannigan ("Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%) yang telah di terjemahkan oleh alwi liu, yang sebelumnya artikel tersebut sudah pernah saya buatkan sebuah thread di forum kaskus dengan judul " ilmu yang tak di ajarkan di sekolah (yang gak suka baca dilarang masuk) " menurut banyak member forum yang telah selesai baca, katanya "setelah membaca ini terjawab semua pertanyaan yang ada di otak" banyak juga yang komentar "terhebat yang pernah ane baca" juga ada komentar "baca thread tadi sampe abis bikin bini ane curiga, dikira mlototin cewek"

oke mungkin ada yang belum pernah baca maka saya akan repost kembali di sini dan lengkap dengan komentar yang berbobot dan bermanfaat plus penjelasan apa sih sumber awal dari semua permasalahan yang ada di dunia ini . dan untuk yang sudah pernah baca, silahkan di baca lagi karena biasanya otak kita hanya dapat memahami/mengingat sebesar 15% dari setiap belajar/ membaca. apalagi buat anda yang sarjana ekonomi belum afdol kalo anda belum baca ini.


Mayoritas orang sama sekali tidak akan memikirkan asal-usul penciptaan uang di masyarakat. Dan sekalipun diberitahu bahwa uang muncul dalam bentuk kredit (hutang), hal ini sama sekali tidak penting bagi mereka.

Tidak heran, karena sekolah dan universitas memang tidak mengajarkan ini. Kurikulum kita datang dari kurikulum luar negeri, dan kurikulum mereka ditulis oleh profesor yang digaji oleh institusi yang dibiayai oleh bankir internasional.

disarankan kalo anda tidak sanggup baca/lagi sibuk lebih baik di bookmark dulu atau gak suruh aja anak agan yang baca lalu tinggal suruh ceritain ke agan deh(tenang ceritanya dalam bentuk dongeng jadi anak-anak pasti ngerti) hanya saja untuk dapat memahami seluruh cerita butuh sedikit kepahaman basic ekonomi. bila anda golongan ekonomi bawah mungkin hanya bisa memahami sepenggal-sepenggal.

sebuah dongeng sebelum memulai pembahasan sumber awal dari semua masalah ekonomi...

Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%

Fabian sangat bahagia karena dia akan menyampaikan sebuah pidato ke masyarakat besok. Dia selalu menginginkan kekayaan dan kekuasaan dan sekarang impiannya akan segera menjadi kenyataan. Dia adalah seorang tukang emas, mengukir emas dan perak menjadi perhiasan, tetapi semakin lama semakin tidak puas karena harus bekerja keras dalam hidupnya. Fabian menginginkan kesenangan, dan juga tantangan, dan sekarang rencana barunya siap untuk dimulai.

Selama puluhan generasi, masyarakat terbiasa dengan sistem perdagangan barter. Seseorang akan menghidupi keluarganya dengan memproduksi semua yang mereka butuhkan ataupun mengkhususkan diri dalam perdagangan produk tertentu. Kelebihan dari yang dia produksi, akan dia tukarkan dengan kelebihan barang lain yang diproduksi orang lain.

Pasar setiap hari ramai dan bersemangat, orang-orang berteriak dan melambaikan dagangannya. Sebelumnya pasar adalah tempat yang menyenangkan, tetapi sekarang jumlah orang terlalu banyak, pertengkaran pun semakin banyak. Tidak ada lagi waktu untuk ngobrol dan bercanda, sebuah sistem yang lebih baik mulai diperlukan.

Secara umum, orang-orang relatif bahagia, dan mereka menikmati buah dari hasil kerja keras mereka.

Di setiap komunitas dibentuk sebuah pemerintahan yang sederhana yang tugasnya menjaga agar kebebasan dan hak setiap anggota masyarakat dilindungi dan untuk memastikan bahwa tak seorang pun akan dipaksa untuk melakukan hal yang tidak dia inginkan oleh siapapun juga.

INI ADALAH TUJUAN SATU-SATUNYA DARI PEMERINTAH (GOVERNMENT) DAN SETIAP ANGGOTA PEMERINTAH DIPILIH SECARA SUKARELA OLEH ANGGOTA KOMUNITAS YANG ADA.

Namun, ada masalah yang tidak bisa mereka selesaikan di perdagangan pasar sehari-hari… Apakah sebelah pisau senilai dengan dua keranjang jagung? Apakah seekor kerbau lebih berharga dari seekor ayam…? Orang-orang menginginkan sistem yang lebih baik.

Fabian mengiklankan diri kepada masyarakat, “Saya punya solusi atas masalah barter yang kita alami, dan saya mengundang kalian semua untuk sebuah pertemuan publik besok harinya.”

Besok harinya orang-orang pun berkumpul di tengah kota dan Fabian menjelaskan kepada mereka konsep tentang “uang”. Masyarakat yang mendengarkan pidatonya terkesan dan ingin mendengar lebih banyak.

“Emas yang saya produksi menjadi perhiasan adalah logam yang luar biasa. Dia tidak akan berkarat, dan bisa bertahan sangat lama. Saya akan membuat emas dalam bentuk koin dan kita akan menyebut setiap koin dengan nama dolar”

Fabian menjelaskan konsep tentang nilai, dan bahwa “uang” akan menjadi medium pertukaran barang, sebuah sistem yang lebih baik daripada barter.

Salah satu dari anggota pemerintah bertanya “Tetapi orang tertentu bisa menambang emas sendiri dan membuat koin untuk diri mereka sendiri”

“Ini tidak boleh diterima” kata Fabian. “Hanya koin-koin yang disetujui pemerintah yang boleh digunakan, dan kita akan membuat stempel khusus di koin-koin tersebut.” Ini kedengarannya masuk akal dan orang-orang pun mulai menyarankan agar setiap orang mendapatkan sama banyak. “Tetapi saya yang paling pantas mendapatkan lebih” kata si pembuat lilin. “Tidak, saya lah yang berhak mendapatkan lebih,” kata si petani. Dan pertengkaran pun dimulai.

Fabian membiarkan mereka bertengkar selama beberapa saat, kemudian berkata, “Karena tidak ada kesepakatan di antara kalian semua, biarlah saya yang menentukan angkanya buat Anda. Tidak ada batasan berapa koin yang akan Anda dapatkan dari saya, semua tergantung kemampuan Anda untuk membayar. Semakin banyak yang Anda dapatkan, semakin banyak yang harus Anda kembalikan tahun depan.”

“Lalu apa yang akan kamu dapatkan?” kata salah satu pendengar.

“Karena saya yang menyediakan jasa ini, yaitu suplai uang, maka saya berhak mendapatkan bayaran dari kerja kerasku. Untuk setiap 100 koin yang Anda dapatkan dari saya, Anda akan membayarkan kembali kepadaku sebanyak 105 koin tahun depannya. 5 koin ini adalah bayaranku, dan saya akan menyebutnya bunga.”

Kedengarannya tidak terlalu buruk, lagipula 5% sepertinya tidak banyak. Maka orang-orang pun setuju. Mereka sepakat untuk bertemu seminggu kemudian dan memulai sistem baru ini.

Fabian tidak membuang waktu. Dia membuat koin emas siang dan malam, dan seminggu kemudian dia pun siap dengan koinnya. Orang-orang antri panjang di depan tokonya. Setelah dicek dan disetujui oleh pemerintah, koin emas Fabian resmi diedarkan. Sebagian orang hanya meminjam sedikit koin, setelah itu mereka segera pergi ke pasar mencoba sistem baru ini.

Masyarakat segera menyadari sisi baik dari sistem ini, dan mereka pun mulai menilai harga setiap barang dengan koin emas atau dolar. Orang-orang memberikan harga pada dagangannya sesuai dengan usaha untuk memproduksi barang tersebut. Barang yang mudah diproduksi harganya lebih rendah, dan barang yang sulit diproduksi harganya lebih mahal.

Alan adalah seorang tukang jam. Satu-satunya di kotanya. Jam yang dia buat sangatlah mahal, tetapi orang-orang bersedia membayar untuk mendapatkan jam yang dia buat. Dan kemudian ada seorang lain yang juga mulai membuat jam dan menjualnya dengan harga yang lebih murah. Alan pun terpaksa menurunkan harga jamnya. Kedua orang ini bersaing memproduksi jam dengan kualitas terbaik dengan harga yang lebih murah. Ini adalah asal muasal dari apa yang kita sebut kompetisi.

Hal yang sama terjadi juga kepada para kontraktor, operator transportasi, akuntan, petani, dan lainnya. Para pembeli selalu memilih transaksi yang menurut mereka paling menguntungkan, mereka memiliki kebebasan untuk memilih. Tidak ada perlindungan buatan semacam lisensi ataupun cukai tarif untuk menghambat orang-orang memulai perdagangan. Standar hidup masyarakat mulai meningkat, dan tak lama kemudian orang-orang pun tidak bisa membayangkan sebuah sistem perdangan tanpa uang.

Setahun kemudian, Fabian pun mulai mendatangi orang-orang yang berhutang kepadanya. Orang-orang tertentu memiliki koin emas lebih dari yang mereka pinjam, tetapi ini berarti ada orang lainnya yang memiliki lebih sedikit dari yang mereka pinjam, sebab jumlah koin yang dibuat pada awalnya memang terbatas jumlahnya. Orang-orang yang memiliki koin lebih membayar kepada Fabian dan juga 5% bunganya, tetapi mereka kemudian meminjam lagi kepadanya untuk melanjutkan sistem perdagangan di tahun mendatang.

Sebagian orang mulai menyadari untuk pertama kalinya seperti apa rasanya hutang. Sebelum mereka bisa meminjam kembali kepada Fabian, kali ini mereka harus menjaminkan aset-aset kepadanya, dan mereka pun melanjutkan perdagangan selama setahun mendatang, mencoba mendapatkan 5 koin lebih untuk setiap 100 koin yang mereka pinjam dari Fabian.

Saat itu, belum ada seorang pun yang menyadari bahwa seluruh masyarakat, sekalipun mengembalikan semua hutang koin mereka, tetap tidak bisa melunasi hutang mereka kepada Fabian, karena kelebihan 5% koin emas yang merupakan kewajiban mereka tidak pernah diedarkan oleh Fabian. Tak seorang pun selain Fabian yang mengetahui bahwa adalah hal yang mustahil bagi masyaratkat ini untuk bisa melunasi hutang mereka bila ditambahkan dengan bunga, uang yang tidak pernah dia edarkan.

Memang benar Fabian sendiri juga membuat koin untuk dirinya sendiri dan koin ini akan beredar di masyarakat, namun tidak mungkin dia sanggup mengkonsumsi 5% dari semua barang di masyarakat.

Di dalam toko emasnya, Fabian memiliki sebuah ruang penyimpanan yang sangat kuat, dan sebagian masyarakat merasa lebih aman kalau menitipkan koin emas mereka kepada Fabian untuk disimpan. Fabian akan menagih sejumlah uang tertentu sebagai jasa penyimpanan untuk orang-orang tersebut. Sebagai bukti atas deposit emas mereka, Fabian memberikan mereka selembar kertas kwitansi.

Orang-orang yang membawa kwitansi dari Fabian ini bisa menggunakan kertas ini untuk membeli barang sama halnya seperti menggunakan koin emas. Dan lama-kelamaan kertas-kertas ini beredar di masyarakat sebagai uang sama seperti koin emas.

Tak lama kemudian, Fabian menemukan bahwa kebanyakan orang tidak akan menukarkan kembali kwitansi deposit mereka dengan koin emasnya.

Dia pun berpikir, “Saya memiliki semua emas di sini dan saya masih juga bekerja sebagai tukang emas. Ini benar-benar tak masuk akal. Ada ribuan orang di luar sana yang akan membayarkan bunga kepada saya atas koin-koin emas yang mereka titipkan kembali kepada saya yang bahkan tidak mereka tukarkan kembali.”

Memang benar, emas-emas mereka bukan milikku, tetapi emas-emas itu ada di dalam gudangku, dan itulah yang penting. Saya tidak perlu membuat koin sama sekali, saya bisa menggunakan koin-koin yang dititipkan kepadaku.

Mulanya Fabian sangat hati-hati, dia hanya meminjamkan sebagian kecil dari emas yang dititipkan orang kepadanya. Lama-kelamaan, karena terbukti tidak ada masalah, dia pun meminjamkan dalam jumlah yang lebih besar.

Suatu hari, seseorang mengajukan sebuah pinjaman yang nilainya sangat besar. Fabian berkata kepadanya “daripada membawa koin emas dalam jumlah sebesar itu, bagaimana kalau saya menulis beberapa lembar kwitansi emas kepadamu sebagai bukti depositmu kepadaku.” Orang itu pun setuju. Dia mendapatkan hutang yang dia inginkan tetapi emasnya tetap di gudang Fabian! Setelah orang itu pergi, Fabian pun tersenyum, dia bisa meminjamkan emas kepada orang sambil mempertahankan emas di gudangnya sendiri.

Baik teman, orang tak dikenal, maupun musuh, membutuhkan uang untuk melanjutkan perdagangan mereka. Selama orang-orang bisa memberikan jaminan, mereka bisa meminjam sebanyak yang mereka butuhkan. Dengan hanya menuliskan kwitansi, Fabian bisa meminjamkan emas-emasnya senilai beberapa kali lipat dari yang sebenarnya dia miliki. Segalanya akan baik-baik saja selama orang-orang tidak menukarkan kwitansi deposit emas mereka kepada Fabian.

Fabian memiliki sebuah buku yang menunjukkan debit dan kredit dari setiap orang. Bisnis simpan-pinjam ini benar-benar sangat menguntungkan baginya.

Status sosial Fabian di masyarakat meningkat secepat kekayaannya. Dia mulai menjadi orang penting, dia harus dihormati. Di dunia finansial, kata-katanya adalah ibarat sabda suci.

Tukang emas dari kota lain mulai penasaran tentang rahasia Fabian dan suatu hari mereka pun mengunjunginya. Fabian memberitahu apa yang dia lakukan, dan menekankan kepada mereka pentingnya kerahasiaan dari sistem ini.

Seandainya skema ini terekspos, bisnis mereka pasti akan ditutup, jadi mereka sepakat untuk menjaga kerahasiaan bisnis ini.

Masing-masing tukang emas ini kembali ke kota mereka dan menjalankan operasi seperti yang diajarkan oleh Fabian.

Orang-orang menerima kwitansi emas sama seperti emas itu sendiri, dan banyak emas yang masyarakat pinjam yang akan dititipkan kembali kepada Fabian. Ketika seorang pedagang ingin membayar kepada pedagang lainnya, mereka bisa menuliskan sebuah instruksi kepada Fabian untuk memindahkan uang dari rekening mereka kepada rekening lainnya, yang akan dilakukan oleh Fabian dengan mudah dalam beberapa menit. Sistem ini menjadi sangat populer, dan kertas instruksi ini pun mulai dikenal dengan sebutan “cek.”

Pada suatu malam, para tukang emas dari berbagai kota ini mengadakan sebuah pertemuan rahasia dan Fabian mengajukan sebuah rencana baru. Besok harinya mereka rapat dengan pemerintah dan Fabian berkata, “Kertas kwitansi kami telah menjadi sangat populer. Tak perlu diragukan, Anda para wakil rakyat juga menggunakan mereka dan manfaatnya jelas-jelas sangat memuaskan. Namun, sebagian kwitansi ini telah dipalsukan oleh orang-orang. Hal ini harus dihentikan!”

Para anggota pemerintah pun mulai khawatir. “Apa yang bisa kami lakukan? Tanya mereka. Jawaban Fabian “Pertama-tama, adalah tugas dari pemerintah untuk mencetak uang kertas dengan desain dan tinta yang unik, dan masing-masing uang kertas ini harus ditandatangani oleh Gubernur. Kami para tukang emas akan dengan senang hati membayar biaya cetak ini, ini juga akan menghemat banyak waktu kami untuk menulis kwitansi.” Para anggota pemerintah berpikir “Ya, memang kewajiban kami untuk melindungi masyarakat dari pemalsuan uang dan nasehat dari Fabian ini kedengarannya memang masuk akal.” Dan mereka pun setuju untuk mencetak uang kertas ini.

“Yang kedua”, kata Fabian, “sebagian orang juga pergi menambang emas dan membuat koin emas mereka sendiri. Saya menyarankan agar dibuat sebuah hukum agar setiap orang yang menemukan emas harus menyerahkannya. Tentu saja, mereka akan mendapat ganti rugi koin yang saya buat dan uang kertas baru.”

Ide ini pun mulai dijalankan. Pemerintah mencetak uang kertas baru dengan pecahan $1, $2, $5, $10, dan lainnya. Biaya cetak yang rendah ini dibayarkan oleh parang tukang emas.

Uang kertas ini jauh lebih gampang untuk dibawa dan dalam waktu singkat diterima oleh masyarakat. Namun, di luar faktor kenyamanan, ternyata uang kertas dan koin emas yang beredar hanyalah 10% dari nilai transaksi masyarakat. Kenyataan perdagangan menunjukkan bahwa 90% nilai transaksi dilakukan dengan cara pindah buku (cek).

Rencana berikut Fabian mulai berjalan. Sampai saat itu, orang-orang membayar Fabian untuk menitipkan koin emas (uang) mereka. Untuk menarik lebih banyak uang ke gudangnya, Fabian akan membayar para depositor 3% bunga atas emas titipan mereka.

Kebanyakan orang mengira Fabian meminjamkan kembali uang yang dititipkan kepadanya. Karena dia meminjamkan kepada orang lain dengan bunga 5%, dan dia membayar para deposan 3%, maka keuntungan Fabian adalah 2%. Orang-orang pun berpikir jauh lebih baik mendapatkan 3% daripada membayar Fabian untuk menjaga emas (uang) mereka, dan mereka pun tertarik.

Volume tabungan meningkat dengan cepat di gudang Fabian. Dia bisa meminjamkan uang kertas $200, $300, $400, bahkan sampai sampai $900 untuk setiap $100 yang dia dapatkan dari deposan. Dia harus berhati-hati dengan ratio 9:1 ini, sebab menurut pengalamannya, memang ada 1 dari setiap 9 orang yang akan menarik emas mereka. Bila tidak ada cukup uang saat diperlukan, masyarakat akan curiga.

Dengan demikian, untuk $900 dolar pinjaman yang diberikan Fabian, dengan bunga 5% dia akan mendapatkan kembali $45. Ketika pinjaman + bunga ini dilunasi, Fabian akan membatalkan $900 di kolom debit pembukuannya dan sisa $45 ini adalah miliknya. Dia dengan senang hati akan membayar bunga $3 untuk setiap $100 yang dititipkan deposan kepadanya. Artinya, keuntungan riil dari Fabian adalah $42! Bukan $2 yang dibayangkan kebanyakan orang. Para tukang emas di kota-kota lain melakukan hal yang sama. Mereka menciptkaan kredit (pinjaman) tanpa modal (emas) dan menagih bunga atas pinjaman mereka.

Para tukang emas ini tidak lagi membuat koin emas, pemerintahlah yang mencetak uang kertas dan koin dan memberikannya kepada para tukang emas ini untuk didistribusikan. Satu-satunya biaya Fabian adalah ongkos cetak uang yang sangat murah. Di samping itu, dia juga menciptakan kredit tanpa modal dan menagih bunga atas pinjaman barunya ini. Kebanyakan orang mengira suplai uang adalah operasi dari pemerintah. Mereka juga percaya bahwa Fabian meminjamkan uang dari para deposan kepada peminjam baru, tetapi rasanya agak heran mengapa orang lain bisa mendapatkan uang padahal uang para deposan masih tetap tak berkurang. Seandainya semua orang mencoba mengambil uang mereka pada saat yang bersamaan, skema penipuan ini akan terekspos.

Tak masalah bila sebuah pinjaman diajukan dalam bentuk uang kertas atau koin. Fabian tinggal mengatakan kepada pemerintah bahwa penduduk bertambah dan produksi baru memerlukan uang baru, yang akan dia dapatkan dengan biaya cetak yang sangat kecil.

Suatu hari seseorang pergi menemui Fabian. “Bunga yg Anda tagih ini salah,” katanya. “Untuk setiap $100 yang Anda pinjamkan, Anda meminta $105 sebagai kembalinya. $5 extra ini tidak mungkin bisa dibayarkan karena mereka bahkan tidak eksis.

”Petani memproduksi makanan, industri memproduksi barang, tetapi hanya Andalah yang memproduksi uang. Katakanlah hanya ada dua pedagang di negara ini, dan semua orang bekerja untuk salah satunya. Mereka masing-masing meminjam $100. Setahun kemudian, mereka harus mengembalikan masing-masing $105 kepada Anda (total $210). Bila salah satu orang berhasil menjual habis dagangannya dan mendapatkan $105, orang yg tersisa hanya akan memiliki $95, dia masih berhutang $10 kepadamu, dan tdk ada uang yang beredar untuk melunasi $10 ini kecuali dia mengajukan pinjaman baru kepadamu. Sistem ini bermasalah!”

“Untuk setiap $100 yang kamu pinjamkan, kamu seharusnya mengedarkan $100 kepada sang peminjam dan $5 untuk kamu belanjakan, jd total uang yang beredar memungkinan si peminjam untuk membayar”

Fabian mendengarkan dengan tenang dan menjawab, “Dunia finansial adalah subjek yang rumit, anak muda, butuh waktu bertahun-tahun untuk memahaminya. Biarkan saya saja yang memikirkan masalah ini, dan kamu mengurus urusanmu saja. Kamu harus belajar untuk menjadi lebih efisien, meningkatkan produksimu, memotong ongkos pabrikmu dan menjadi pengusaha yang lebih cerdas. Saya siap membantu untuk urusan itu.”

Orang ini pun pergi meninggalkan Fabian, tetapi hatinya masih juga bimbang. Sepertinya ada yang tidak beres dengan sistem kerja Fabian, dan pertanyaan yang dia ajukan masih belum dijawab.

Orang-orang menghormati Fabian dan kata-katanya. Dia adalah pakar, orang yang tidak setuju dengannya pastilah orang bodoh. Lihatlah betapa negara ini bertambah maju, produksi kita juga terus bertumbuh, kehidupan kita sudah jauh lebih baik.

Untuk menutup bunga dari uang yang mereka pinjam, para pedagang dan pengusaha meninggikan harga dagangan mereka. Karyawan senantiasa memprotes mereka dibayar terlalu rendah dan pemilik perusahaan senantiasa menolak membayar lebih. Petani tidak bisa mendapatkan harga jual yang adil dari produk pertanian mereka. Para Ibu rumah tangga terus merasa tidak puas karena harga barang di pasar dinilai terlalu tinggi.

Pada suatu ketika, orang-orang akhirnya mulai berdemonstrasi, hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagian orang tidak sanggup melunasi hutang mereka dan menjadi miskin. Teman dan saudara mereka pun tidak sanggup untuk menolong. Mereka lupa kekayaan yang sebenarnya masih berlimpah di sekeliling mereka : tanah yang subur, hutan yang kaya, mineral yang berlimpah dan juga ternak-ternak yang sehat. Yang mereka pikirkan sepanjang hari adalah uang yang rasanya selalu kurang. Mereka tidak pernah bertanya tentang sistem. Mereka percaya pemerintahlah yang sedang menjalankan sistem ini.

Sebagian kecil orang di masyarakat yang kelebihan uang mulai membentuk perusahaan mereka sendiri untuk meminjamkan uang mereka. Mereka menagih bunga 6% atas uang mereka, lebih baik dari 3% yang ditawarkan oleh Fabian. Namun orang-orang ini meminjamkan uang mereka sendiri, tidak seperti Fabian yang bisa meminjamkan uang / menciptakan kredit tanpa modal.

Perusahaan-perusahaan pembiayaan ini tetap membuat khawatir Fabian dan kawan-kawannya, jadi mereka pun membentuk perusahaan pembiayaan mereka sendiri. Dalam kebanyakan kasus, mereka membeli perusahaan-perusahaan pembiayaan saingan mereka tersebut. Pada akhirnya, semua perusahaan pembiayaan dimiliki ataupun dalam kendali mereka.

Situasi ekonomi terus memburuk. Para pegawai mulai yakin bos mereka mendapatkan terlalu banyak keuntungan. Pemilik perusahaan pun menilai pegawainya terlalu malas dan tidak cukup bekerja keras. Semua orang mulai menyalahkan orang lain. Pemerintah bingung bagaimana menyelesaikan masalah ini. Masalah paling mendesak tentunya adalah bagaimana menolong orang yang paling miskin.

Pemerintah pun memulai sebuah program sosial dan memaksa anggota masyarakat untuk membayar sistem ini. Hal ini membuat marah sebagian orang, mereka percaya kepada gagasan lama bahwa membantu orang seharusnya adalah usaha suka rela, bukan paksaan.

“Peraturan ini adalah perampokan yang dilegalkan. Mengambil sesuatu dari seseorang, dengan menentang keinginan dari orang yang bersangkutan, apapun tujuannya, tidaklah berbeda dengan mencuri darinya.”

Namun orang-orang tak berdaya karena bila tidak membayar mereka akan dimasukkan ke dalam penjara. Program sosial ini selama beberapa waktu memang membantu keadaan, tetapi tak lama kemudian masalah kemiskinan muncul kembali dan uang yang diperlukan untuk menjalankan sistem ini pun terus bertambah. Ongkos sosial terus meningkat, demikian juga dengan skala pemerintahan.

Kebanyakan wakil rakyat adalah orang-orang yang tulus melakukan pekerjaan mereka dengan benar. Mereka pun tidak menyukai gagasan terus-menerus meminta uang dari masyarakat. Akhirnya, mereka mencari pinjaman dari Fabian dan kawan-kawannya. Mereka bahkan tidak mengetahui bagaimana mereka bisa membayar. Orang tua mulai tidak sanggup membayar biaya sekolah anak-anaknya. Sebagian orang tidak sanggup membayar biaya dokter dan obat-obatan. Operator transportasi pun mulai gulung tikar.

Satu demi satu usaha diambil alih pemerintah. Guru, dokter, dan banyak pekerjaan lainnya mulai menjadi tanggung jawab pemerintah.

Tidak banyak orang yang mendapatkan kepuasan di pekerjaannya. Mereka dibayar gaji yang wajar, tetapi kehilangan jati diri. Mereka menjadi budak dari sebuah sistem.

Tidak banyak ruang untuk inisiatif, sedikit penghargaan atas usaha pribadi, pendapatan mereka relatif tetap dan naik pangkat terjadi hanya kalau atasan mereka pensiun ataupun mati.

Di tengah keputusasaan, pemerintah akhirnya meminta nasehat dari Fabian. Mereka menganggapnya sebagai orang bijak dan selalu memiliki solusi atas permasalahan uang. Fabian mendengar keluhan dari pemerintah dan akhirnya menjawab, “Banyak orang yang tidak bisa menyelesaikan persoalan mereka, mereka membutuhkan orang lain untuk melakukannya. Tentu Anda setuju bahwa semua orang berhak atas kebahagiaan dan berhak atas semua kebutuhan pokok mereka bukan? Satu-satunya cara untuk menyeimbangkan situasi adalah mengambil dari yang kaya dan memberikan kepada yang miskin. Kenalkan sebuah sistem baru yaitu pajak. Semakin banyak kekayaan seseorang, semakin banyak dia harus membayar pajak. Sekolah dan rumah sakit seharusnya gratis bagi mereka yang tidak sanggup membayar…”

Selesai memberikan nasehat, Fabian pun tidak lupa mengingatkan pemerintah, “Hm, jangan lupa Anda masih berhutang kepada saya. Tetapi baiklah, saya akan membantu Anda. Sekarang Anda hanya perlu membayar bunga kepada saya, Anda bisa menunda pembayaran hutang pokok kepada saya.”

Pemerintah mempercayai Fabian, dan mereka pun segera memperkenalkan pajak penghasilan, semakin banyak yang Anda dapatkan, semakin tinggi pajak yang Anda bayarkan. Tak seorang pun anggota masyarakat yang setuju. Namun, sama seperti sebelumnya, mereka harus membayar atau masuk penjara.

Pedagang lagi-lagi harus menaikkan harga jual barangnya. Para pegawai kembali menuntut kenaikan gaji, bisnis-bisnis mulai gulung tikar, ataupun mulai mengganti tenaga manusia dengan mesin. Siklus ini berulang-ulang dan memaksa pemerintah memperkenalkan berbagai skema-skema sosial lainnya.

Pengaturan tarif dan perlindungan mulai diterapkan untuk menyelamatkan industri-industri tertentu dari kebangkrutan dan menyediakan lapangan kerja. Sebagian orang mulai bertanya-tanya apakah tujuan dari kegiatan produksi ekonomi adalah untuk memproduksi barang atau hanya untuk menyediakan lapangan kerja.

Seiring memburuknya keadaan, orang-orang mulai mengendalikan upah pegawai, kontrol biaya, dan segala macam kontrol-kontrol lainnya. Pemerintah pun berupaya mendapatkan lebih banyak uang lewat pajak penjualan, pajak penghasilan, dan pajak-pajak yang lain. Sebagian orang mulai memperhatikan bahwa sejak petani menaman padi sampai beras sampai ke tangan Ibu rumah tangga, ada lebih dari 50 jenis pajak yang sudah dibayarkan.

“Pakar” mulai muncul dan sebagian mulai terpilih untuk bekerja di pemerintahan, namun tahun demi tahun berlalu dan mereka tidak berhasil menyelesaikan permasalahan apapun, kecuali bahwa pajak perlu “disesuaikan” yang mana dalam kebanyakan kasus artinya harus dinaikkan.

Fabian mulai menuntut pembayaran atas bunga pinjamannya, dan semakin lama semakin banyak porsi pajak yang digunakan untuk membayar kepadanya.

Kemudian mulai muncul apa yang disebut dengan partai politik, orang-orang di masyarakat mulai berargumentasi partai mana yang orang-orangnya bisa menyelesaikan permasalahan mereka. Mereka mulai bertengkar mengenai personalitas, idealisme, lambang partai dan berbagai hal lainnya kecuali asal muasal permasalahan mereka.

Di kota tertentu, bunga pinjaman yang harus dibayar sudah melebihi total penerimaan pajak tahunan yang bisa dikumpulkan. Bunga-bunga baru pun mulai diperhitungkan atas bunga yang belum dibayarkan.

Secara perlahan-lahan kekayaan riil dari negara mulai berpindah tangan ke Fabian dan kawan-kawannya dan mereka memiliki kendali yang semakin lama semakin besar atas kehidupan masyarakat. Namun, pengendalian mereka belum selesai. Mereka menyadari bahwa situasi tidak akan benar-benar aman sebelum semua orang berhasil dikendalikan.

Kebanyakan orang yang menentang sistem ini bisa dibuat diam dengan tekanan finansial, ataupun dengan ejekan publik. Untuk melakukan ini Fabian dan kawan-kawan membeli kepemilikan dari semua koran, TV, dan radio dan menyeleksi orang-orang apa yang boleh bekerja di dalamnya. Kebanyakan dari orang-orang ini sebenarnya benar-benar ingin memperbaiki keadaan, tetapi mereka tidak menyadari bagaimana mereka sedang diperalat. Solusi mereka selalu terarah kepada akibat dari masalah, bukan penyebab dari masalah.

Ada bermacam-macam surat kabar, satu untuk sayap kanan, satu untuk sayap kiri, satu untuk kelas pekerja, satu untuk kaum pengusaha, dan seterusnya. Tidak masalah koran yang mana yang Anda percayai, selama Anda tidak memikirkan penyebab awal dari permasalahan.


Rencana Fabian sudah hampir selesai, seluruh negara saat ini berhutang kepadanya. Melalui pendidikan dan media, dia mengendalikan pikiran masyarakat. Orang-orang hanya akan berpikir sejauh yang dia inginkan.

Setelah seseorang memiliki jauh lebih banyak uang dari yang sanggup dia gunakan, apa lagi yang akan menyenangkan hatinya? Bagi mereka yang memiliki mentalitas menguasai, jawabannya adalah kekuasaan, kekuasaan mutlak atas kemanusiaan.

Kebanyakan tukang emas akhirnya mengarah ke sana. Mereka mengetahui rasanya kaya raya, dan perasaan itu tidak lagi cukup untuk memuaskan mereka. Mereka membutuhkan tantangan dan kesenangan baru, dan kekuasaan atas massa adalah permainan berikut.

Mereka percaya mereka adalah kelompok superior atas lainnya. “Adalah hak dan kewajiban kami untuk mengatur. Masyarakat tidak tahu apa yang baik untuk mereka. Mereka perlu dikendalikan dan diatur. Mengatur adalah takdir dari kami.”

Di seluruh penjuru negeri, Fabian dan kawan-kawan memiliki banyak perusahaan pembiayaan. Memang, masing-masing perusahaan dimiliki secara pribadi. Secara teori mereka adalah saingan masing-masing. Namun, kenyataan yang sebenarnya adalah mereka semua saling bekerja sama dengan seksama. Setelah berhasil membujuk pemerintah, mereka mendirikan sebuah institusi yang mereka sebut dengan Bank Sentral. Mereka bahkan tidak perlu mengeluarkan modal untuk mendirikannya, mereka menciptakan kredit dengan menggunakan uang deposit masyarakat.

Institusi ini tampak sebagai badan yang meregulasikan suplai uang dan merupakan bagian dari pemerintah. Tetapi anehnya, tidak ada wakil pemerintah yang diizinkan untuk duduk di badan Direktur di dalamnya.

Pemerintah tidak lagi meminjam secara langsung dari Fabian, pemerintah sekarang meminjam dengan cara menerbitkan surat hutang kepada Bank Sentral. Jaminan dari surat hutang ini adalah penerimaan pajak tahun berikut. Ini adalah bagian dari rencana Fabian, menyingkirkan kecurigaan orang kepadanya dengan membuat kesan seolah-olah suplai uang dikendalikan oleh pemerintah. Kenyataannya, di balik layar, dialah yang memegang kendali.

Secara tidak langsung, dialah yang mengendalikan pemerintah. Tidak penting siapa yang terpilih sebagai wakil rakyat di pemerintahan. Fabianlah yang memegang kendali atas uang, darah dan nyawa dari perdagangan sebuah bangsa.

Pemerintah selalu mendapatkan uang yang mereka inginkan, tetapi bunga selalu dikenakan pada setiap pinjaman. Semakin lama semakin banyak orang yang memerlukan bantuan sosial pemerintah, dan tak lama kemudian pemerintah sadar bahwa mereka kesulitan bahkan hanya untuk membayar bunga saja, apalagi hutang pokok.

Sebagian orang mulai bertanya, “Uang adalah sistem yang diciptakan manusia. Bukankah seharusnya sistem ini bisa diubah agar uang menjadi pelayan, bukan sebaliknya?” Namun semakin lama jumlah orang-orang ini semakin sedikit dan suara mereka hilang di tengah sebuah masyarakat yang tidak lagi peduli.

Pemerintahan berubah, partai yang berkuasa juga bisa berubah, namun kebijakan utama tidak. Tidak masalah siapa yang menjadi pemerintah, rencana besar Fabian semakin lama semakin mendekati kenyataan dari tahun ke tahun. Kebijakan pemerintah tidak lagi ada artinya. Rakyat mulai dikenai pajak mendekati ambang batas mereka, mereka tidak lagi sanggup membayar. Waktunya sudah hampir matang bagi Fabian untuk aksi finalnya.

10% dari suplai uang masih dalam bentuk uang kertas dan koin. Ini harus dimusnahkan sama sekali tetapi tidak boleh menimbulkan kecurigaan publik. Selama masyarakat masih memiliki uang (kertas maupun koin), mereka bebas untuk membeli dan menjual sesuka hati mereka, mereka masih memiliki sedikit kontrol atas kehidupan mereka.
Tidaklah selalu nyaman untuk membawa uang tunai dan koin. Cek juga tidak bisa diterima bila sudah keluar dari sebuah komunitas tertentu. Oleh karena itu, sebuah sistem yang lebih baru perlu dipikirkan. Sekali lagi Fabian memiliki jawabannya. Organisasinya akan menerbitkan sebuah kartu plastik yang memiliki data pemegangnya: nama, foto, dan nomor penduduk.

Saat kartu ini akan digunakan, pedagang akan menyambungkan komputernya untuk mengecek kredit dari kartu tersebut. Seandainya tidak ada masalah, pemegang kartu ini boleh membeli barang seharga limit tertentu.

Awalnya orang akan diizinkan untuk berhutang sedikit. Seandainya uang ini dibayarkan dalam sebulan, maka tidak ada bunga yang perlu dibayarkan. Ini tidak masalah untuk kelas pegawai, tetapi bagaimana ini bisa berlaku juga untuk para pedagang dan pengusaha? Mereka harus mempersiapkan mesin-mesin, kemudian menjalankan proses manufaktur dari barang yang akan mereka produksi, membayar gaji pegawai, menjual barang dagangannya dan membayar kembali hutang mereka. Bila melewati satu bulan, mereka akan dikenai bunga 1.5% per bulan dari nilai hutang mereka. Total 18% setahun.

Pengusaha tidak memiliki jalan lain selain menambahkan 18% ke dalam nilai jual dagangan mereka. Namun kelebihan uang / kredit (18%) ini tidak pernah dipinjamkan kepada siapapun. Di seluruh negeri, para pengusaha disuruh menjalani misi mustahil untuk membayar kembali $118 untuk setiap $100 yang mereka pinjam, tetapi kelebihan $18 ini tidak pernah diedarkan oleh Bank sejak awal.

Namun Fabian dan kawan-kawan menikmati status yang semakin penting di masyarakat. Mereka menjadi orang-orang penting yang terhormat. Pengumuman dan pendapat mereka tentang finansial dan ekonomi bahkan bisa disetarakan dengan sabda suci spiritual.

Di bawah beban bunga yang terus bertambah, banyak perusahaan kecil menengah yang mulai bangkrut. Lisensi-lisensi khusus diperlukan untuk menjalankan operasi-operasi tertentu, jadi perusahaan-perusahaan yang tersisa memiliki semakin banyak hambatan dalam berusaha. Fabian memiliki dan mengendalikan semua perusahaan besar beserta ratusan anak perusahaan mereka. Perusahaan-perusahaan itu tampak seperti saingan satu sama lain, tetapi dialah yang ada di balik semua perusahaan itu. Para kompetitor perlahan-lahan dipaksa gulung tikar. Tukang kayu, konstruksi, listrik dan industri-industri kecil menengah menjalani takdir yang sama, dibeli oleh perusahaan raksasa milik Fabian yang memiliki proteksi dan perlakuan khusus dari pemerintah.

Fabian menginkan kartu plastik ini untuk menggantikan semua uang kertas dan koin. Rencananya adalah saat semua uang kertas dan koin ditarik, hanya bisnis yang menggunakan kartu komputerlah yang akan beroperasi.

dan kita tunggu selanjutnya apa yang akan Fabian ciptakan, mungkin sebuah uang digital yang hanya berupa angka-angka di gadget yang lebih memudahkan fabian untuk mengontrol

.......................................
Terminologi yang digunakan saat ini untuk melukiskan sistem finansial di atas adalah “Fractional Reserve Banking.” (Cadangan Terbatas Perbankan).

Cerita yang Anda baca di atas, tentu saja, adalah fiksi.

Namun, bila Anda merasa terganggu karena cerita ini sangat mirip dengan kenyataan hidup kita, dan Anda ingin mengetahui siapa Fabian ini sebenarnya??? ialah bersambung....

.......................................
Sumber dari Semua Permasalahan yang ada di dunia ini berawal dari RIBA
ok coba renungkan dan untuk memperjelas lagi silahkan tonton film di bawah dan posisikan diri anda sebagai karakter berambut keriting yang mengenakan baju hijau.


ini aturan yang di pegang fabian
1. Semua posisi kunci dalam perusahaan harus diduduki oleh anggota keluarga sendiri dan hanya anggota keluarga laki-laki yang boleh terlibat dalam bisnis (sesuai ajaran Taurat).
2. Anggota tertua menjadi pemimpin keluarga, kecuali karena beberapa alasan (contoh anak yang bukan anak tertua menjadi pimpinan karena kejeniusan dan kesuksesannya).
3. Setiap anggota keluarga harus menikah dengan saudara sendiri (keponakan atau sepupu), demi menjaga kemurnian anggota keluarga.
4. Dilarang keras membuka rahasia kekayaan keluarga termasuk kepada pemerintah. Setiap yang membangkangnya akan mendapatkan sanksi, termasuk dikeluarkan dari keanggotaan keluarga.

Karena karna kekayaannya dirahasiakan. jadi pemerintah apalagi media kaya majalah tak akan tau jumlah kekayaannya.  
90% uang yang beredar di dunia ini hanya dikuasai oleh 5% orang didunia dan 1% orang teratasnya mengontrol 42% uang yang ada dan sisanya sebanyak 10% uang yang beredar diperebutkan oleh 95% orang seluruh dunia (yang jelas kita masuk yang 95%)
negara yang tidak memiliki bank sentral fabian berarti negara tersebut 1. tidak punya mata uang sendiri atau 2. belum sempat di kuasai fabian. (jangan tanya negara kita dah di kuasai apa belum, kalo bank sentral kita masih BNI berarti belum dikuasai fabian) dan negara yang belum di kuasai fabian pastinya negara yang sedang dalam krisis,konflik, terisolasi. tahun 2003 ada lima yang belum di kuasai fabian termasuk korea utara, tahun 2011 tinggal tiga negara

Bersambung.....

Baca juga:

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Jika anda Ingin mengcopy artikel ini ke blog/situs anda harap atau di mohon dengan kerendahan hatinya umtuk  memberikan/mencantumkan sumber link aktif yang menuju ke artikel ini Sesama Manusia mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Read More

Thursday

Paket Internet yang murah untuk Modem

Leave a Comment
Bingung nyari paket internet yang murah tapi gak lemot, berikut daftar kartu dari provider yang mana saja yang layak untuk di modem USB anda.

karena hal utama yang di cari ialah murah maka hanya paket internet dengan harga dibawah 50 ribu yang akan di review. jadi  berikut inilah pilihan yang dapat dipilih dengan harga <50rb :

Read More

Monday

Buruh selalu benar dan Majikan selalu salah

Leave a Comment
buruh
Post kali ini akan membahas dampak demo dan kenaikan Upah buruh bagi perekonomian indonesia dari kumpulan kicauan @partaisocmed yang sedikit saya tambahkan dan edit agar mudah dalam membacanya dan Karena ada beberapa kata-kata yang cukup akademis yang sulit di cerna oleh orang awan maka saya akan menambahkan artinya di bawah artikel, jadi bagi anda yang kesulitan menerjemahkan sebuah kata tidak perlu buka kamus dan cukup liat di bawah artikel saja.
 
Oke langsung ke pembahasan tentang Dampak Kenaikan Upah Buruh Bagi Masa Depan Ekonomi Bangsa dan Masa Depan Buruh Sendiri.
kami akan coba mengulas manfaat dan mudharat dari DEMO BURUH
Pertanyaan mendasarnya adalah: “Apakah Usaha Demo tersebut Buruh Seimbang dengan Hasilnya?
 
Seringkali kita termakan dengan stereotype “sinetron” Buruh selalu benar & majikan selalu salah. Dalam hal ini buruh menjadi pihak yang teraniaya. Mari kita bahas secara jernih apa sesungguhnya yang terjadi pada “Perjuangan buruh” ini tanpa ada tendensi apapun.
 
Diawali dari lahirnya era reformasi di Indonesia yg menghasilkan Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Sayangnya sebagai negara demokrasi kita tidak/belum memiliki infrastruktur yang cukup untuk mengawal jalannya proses demokrasi. Baik dari sisi peraturan, UU maupun pihak yang harusnya mengamankan jalannya sebuah negara madani bernama Indonesia. Akibatnya saat ini Indonesia bukanlah negara demokrasi yang beradab tetapi tidak lebih dari sekedar “Negara Populis” yang snob.
Bahaya terbesar negara yang terjebak menjadi negara populis adalah tidak memiliki visi jangka panjang yang jelas dan layak diperjuangkan bersama, Negara diombang-ambingkan pada kepentingan jangka pendek “Penguasa” yang tidak ingin elektabilitasnya terganggu,
 
Masalah nanti muncul konsekwensi jangka panjang yg merugikan semua pihak toh penguasa berikutnya yang akan kena getahnya
Contohnya; Kebijakan rejim Megawati untuk obral murah gas kita ke Cina sekarang getahnya dinikmati oleh rejim SBY.
Apakah rakyat akan menyalahkan Megawati? Tidak! Rakyat itu mudah lupa dan punya kecenderungan menghukum penguasa saat ini.
Contoh lain; Kebijakan “Mafia Berkley” di era Soeharto yang mengumbar hutang kepada negara lembaga asing dampaknya terasa hingga saat ini.
Apakah Soeharto disalahkan? Tidak! Rakyat lebih melihat di jaman pak Harto apa-apa gampang dan serba murah.
 
Kembali ke masalah perburuhan. Saat ini Serikat Pekerja memiliki “power” yang sangat besar dan tidak ada siapapun berani menentangnya.
 
Dengan stereotype sebagai pembela “pihak teraniaya” dan dukungan massa buruh yang punya daya pikir terbatas dan mudah dihasut, maka mereka menjadi kelompok otoriter yang apapun keinginannya tidak layak dihalang-halangi siapapun termasuk polisi. Polisi yang sudah dilemahkan oleh oleh isu HAM tidak lagi memiliki kekuatan menertibkan demo buruh atau demo anarkis apapun. Wajar saja, utuk apa harus ambil resiko keselamatan dan karir mereka sendiri demi jaga keamanan jika bergerak sedikit saja mereka kena kasus HAM? Bagi polisi, jauh lebih aman untuk bersikap pasif membiarkan anarkisme terjadi didepan mata. Toh periuk nasi keluarga mereka jauh lebihh penting
 
Bagaimana dengan para buruh sendiri? Benar mereka semua bertanggung jawab pada anarkhisme itu? Atau ada yang lebih memilih tetap bekerja?
 
Dari apa yang terjadi di lapangan ternyata sebagian buruh ikut demo karena takut, terpaksa atau dipaksa. Bgm tidak? Setiap menjalankan aksi demo ada perintah khusus dari oknum-oknum serikat pekerja untuk lakukan sweeping. Pabrik-pabrik yang buruhnya tidak ikut demo ditutup paksa, property-nya dirusak, buruhnya diancam bahkan ada yang benar-benar digebuki.
Inikah yang disebut negara hukum? Atau ini “negara mob” dimana pihak yg berteriak paling lantang yang dimenangkan?
 
Lupakan cerita sinetron SI KAYA vs SI MISKIN, itu hanya ada di dongeng. Realita yang terjadi seringkali si miskin pihak yang dzolim. Coba bayangkan nilai keadilan dari peristiwa ini, terlepas dari banyak juga pengusaha hitam yang mengeksploitir karyawannya. Tapi banyak juga pengusaha baik-baik yang berjasa untuk ekonomi bangsa ini. Ikut mengurangi angka pengangguran Keadaan ini tidak akan terjadi jika mekanisme penetapan upah buruh dibuat berdasarkan azas keadilan yang jelas. Sehingga tidak ada proses politisasi yang mempengaruhinya. Termasuk keinginan penguasa mencari muka pada rakyatnya.
 
Dengan menetapkan upah yang tinggi bagi buruh tapi pengusahalah yang harus membayar harga popularitas si penguasa tadi, Mari sekarang kita bahas apa yang bakal terjadi setelah semua ini.
 
Setelah melalui demo yang merugikan banyak pihak Termasuk sampai menduduki balaikota DKI dan membubarkan rapat yang sedang dipimpin Ahok. Akhirnya diputuskan Kenaikan upah menjadi Rp 2.402.400. Fantastis!! Lihat saja kenaikan umk untuk 3 tahun belakangan ini:
Th 2011 Rp 1.400.000 Th 2012 Rp 1.840.000 Th 2013 Rp 2.402.400
Kenaikan ini jauh melampaui tingkat inflasi!
 
Pertanyaannya apakah benar kenaikan ini akan menyejahterakan buruh? Atau justru akan menambah kesengsaraan mereka? Jawabannya YA!! Buruh justru akan semakin sengsara dengan kenaikan ini!
Bedanya yang akan ikut terbawa sengsara bukan hanya buruh tapi banyak pihak akan terseret sengsara karenanya. Tidak masuk akal? Ya, bagi buruh ini pasti tidak masuk akal. Kalo pintar mereka tidak akan jadi buruh bukan?
 
Tapi kami akan uraikan penjelasannya dengan bahasa yang paling sederhana. Bagaimana sesungguhnya buruh sudah diperalat habis-habisaan.
Bagi para buruh: kami ingatkan kicauan ini sama sekali bukan untuk mendiskredit buruh. Kebodohan itu bukan kesalahan tapi nasib (dan nasib bisa di ubah) :)
Tapi sebaliknya justru ingin mengangkat harkat, martabat dan kesejahteraan kalian.
 
Jangan sampai karena hasutan pihak yang melenakan justru berakibat bunuh diri bagi kesejahteraan kalian sendiri.
Mari kita bahas akibat dari kenaikan upah bagi kesejahteraan buruh, masyarakat dan ekonomi nasional pada umumnya.
dari sisi ekonomi makro dulu. Kenaikan upah yang sekonyong-sekonyong terlalu tinggi akan membawa dampak melonjaknya angka inflasi.
 
Artinya bisa dipastikan kenaikan upah akan diikuti dengan kenaikan harga barang2 dan jasa. Artinya angka rupiah yg lbh besar
Yang dibawa pulang para buruh tidak akan diikuti oleh peningkatan daya beli mereka. Bisa jadi justru penurunan daya beli,
Belum lagi secara psikologis, penambahan penghasilan otomatis akan diikuti oleh peningkatan gaya hidup oleh para buruh sendiri.
 
Nah! Sekarang tujuan para buruh ingin meningkatkan kesejahteraan atau sekedar menaikkan upah?
 
Kalo tujuannya meningkatkan kesejahteraan, kalian sudah salah besar! Kekecewaan terus menerus justru yang kalian dapat
Berapapun kenaikan upah buruh tidak akan meningkatkan kesejahteraan buruh! Karena selalu akan diikuti oleh kenaikan harga yang lebh tinggi
 
Belum lagi penderitaan yang diakibatkan dari kenaikan upah buruh ini. Coba bayangkan nasib mereka pedagang kecil, tukang ojek, Sopir taksi, pemulung, dll yang penghasilannya tidak ikut-ikutan naik tapi harus ikut menanggung akibat dari kenaikan harga-harga.
 
Apa para buruh dan dalangnya “pimpinan serikat buruh” mau menanggung dosanya? Anak-anak mereka juga butuh susu, makan 3x sehari. Lihat pula kerugian ekonomi bangsa yang diakibatkan dari rusaknya semangat berusaha di kalangan masyarakat.
 
Bagaimana orang mau belajar berusaha jika belum apa-apa harus gaji karyawan begitu besar?
Jujur saja, sebagian buruh ini pasti ada juga yang punya usaha kecil2an. Pertanyaannya apakah pekerjanya juga akan digaji sesuai UMK?
 
Bagaimana seseorg yang buka counter pulsa kecil-kecilan diharuskan bayar gaji pegawainya sesuai UMK? Untungnya aja tidak sampai segitu.
 
Dari sisi pengusaha pemilik pabrik. Siapa pengusaha yang mau diperlakukan seperti itu oleh karyawannya sendiri?
Oleh orang yang selama ini dihidupinya? Orang yang sebelumnya menganggur dan berkat usahanya kini dia bisa bekerja?
Orang yg dulu pernah memohon-mohon minta pekerjaan padanya degan nada yang memelas. Lihat saja surat lamaran mereka pasti ada kata “mohon”, Ingat para pengusaha ini menanggung resiko cukup besar untuk investasinya, sudah sepantasnya mereka menikmati hasil investasinya.
Sementara para pekerja tidak menanggung resiko, setiap bulan dapat gaji yang tetap yang suka tidak suka harus disediakan para pengusaha.
 
Dalam bisnis ada pepatah “High Risk High Return, Low Risk Low Return” dalam hal ini pihak yang menanggung resiko adalah para pengusaha itu.
 
Dari sisi penguasa, layakkah mereka menetapkan kenaikan upah buruh hanya berdasarkan kesepakat dengan pihak perwakilan buruh?
 
Lantas siapa yang harus membayar? Pemerintah atau pengusahanya. Apa jika pengusaha tdk mampu pemerintah akan menalangi sisanya?
 
Kelakuan penguasa kadang seperti “Makelar Sedekah”, mereka yang dapat namanya tapi orang lain yang keluar uang buat sedekahnya
 
Dari semua tulisan diatas kami berharap para buruh lebih bijak dan kritis dalam menyikapi ajakan demo dari serikat pekerja
Patut diduga itu hanya upaya memanfaatkan para buruh untuk tujuan-yujuan tersembunyi pimpinan serikat buruh tertentu
Untuk membuktikannya gampang saja. Coba perhatikan rumah aktivis serikat pekerja masing-masing apakah lebih mewah dari kost petak para buruh?
Lihat juga mereka sehari-hari pakai mobil apa? Bandingkan dengan para buruh yang harus desak-desakan naik kendaraan umum yang tidak nyaman
 
Jangan merasa menang dan senang dengan tercapainya perjuangan menaikkan upah minimum tersebut, Justru dalam keadaan apapun buruh selalu mejadi pihak yang dikalahkan oleh sistem. Apa artinya upah naik jika yang bisa dibeli justru berkurang?
 
Lantas bagaimana cara para buruh meningkatkan kesejahteraan? Jawabannya satu: BERHENTILAH JADI BURUH! (bisa juga jadi buruh tapi sambil investasi yang benar)
Sudah saatnya bertanggung jawab lebih besar kepada diri anda sendiri. Kesejahteraan anda adalah tanggung jawab pribadi anda bukan pihak lain.
 
Belajarlah untuk tidak menyalahkan sekeliling kalian atas nasib kalian para buruh. Belajarlah untuk menyalahkan diri sendiri
Tidak pernah ada ceritanya buruh bisa kaya(kecuali 1 atau 2 orang berkat investasi). Jika ingin sejahtera belajarlah ambil resiko dengan belajar membuka usaha sendiri.
 
Sekian dan terimah kasih, bila anda tidak suka tentang hal ini kami mohon maaf yee
 
 
 sekali lagi saya sampaikan efek jika gaji buruh terus naik yang diluar kewajaran
  • Jika gaji buruh terus naik, maka banyak pengusaha akan berpikir, Apakah tetap produksi, atau tutup, atau pindahkan ke kota/negara lain. bagaimanapun, pengusaha juga tidak bisa memaksa kalau orang yang mau dipekerjakan mintanya segitu.
  • Saat para pengusaha satu-persatu pindah, atau mulai menerapkan teknologi mesin, atau mengambil keputusan rasional yang dapat dipilih, maka akan berdampak kebutuhan buruh mereka akan berkurang drastis.
  • Banyak buruh akan kehilangan pekerjaan dan angkanya bisa signifikan. bagaimanapun buruh tidak bisa memaksa pengusaha merekrut mereka; pengusaha punya hak penuh. Yang tertinggal di perusahaan adalah buruh-buruh dengan kualifikasi tinggi, produktif, dengan gaji tinggi pula.
  • Buruh yang kehilangan pekerjaan, akan memikirkan solusi lain. Bisa menjadi wiraswasta, bisa bertani, dan jenis2 pekerjaan lainnya. Atau tetap jadi pengangguran, nafkah keluarga terhenti.
 
NB: arti kata:
snob : 1 orang yg senang meniru gaya hidup atau selera orang lain yg dianggap lebih daripadanya tanpa perasaan malu; 2 orang yg suka menghina dan meremehkan orang lain yg dianggap lebih rendah daripadanya; orang yg merasa dirinya lebih pintar dp orang lain
populis : penganut paham yg mengakui dan menjunjung tinggi hak, kearifan, dan keutamaan rakyat kecil
mob: sekelompok orang (tanpa dukungan masyarakat) yg dng marah menyerang dan berusaha melukai atau merusak suatu objek tanpa mengindahkan norma sosial dan hanya berpegang pd pertimbangan yg sederhana stereotype : penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok di mana orang tersebut dapat dikategorikan
tendensi : kecenderungan; kecondongan (pd suatu hal): orang gemuk biasanya mempunyai -- untuk makan lebih banyak;
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Jika anda Ingin mengcopy artikel ini ke blog/situs anda harap atau di mohon dengan kerendahan hatinya umtuk  memberikan/mencantumkan sumber link aktif yang menuju ke artikel ini

Read More

Cara Terbaik Menghilangkan Jerawat Secara Alami

Leave a Comment
wajah bersih alami
Ketika anda membrowsing di internet cara menghilangkan Jerawat pastinnya anda akan mendapatkan seribu satu cara dan obat untuk menghilangkannya dengan embel-embel paling ampuh , baik menggunakan pembersih wajah atau secara alami ataupun dengan obat dari dokter. Tapi banyak juga yang tidak berhasil menghilangkannya biarpun sudah hampir semua cara sudah di coba untuk menghilangkannya.
Kebanyakan orang hanya fokus pada cara untuk
Read More

Friday

Cara mudah menurunkan berat badan saat di kantor

Leave a Comment
Cara Membakar Kalori di Tempat Kerja. 
Jika Anda overweight ataupun mengalami obesitas dengan memiliki pekerjaan tetap dan tidak punya waktu untuk ke tempat fitnes, duduk di meja Anda dan menatap layar komputer Anda lima hari seminggu dapat membosankan untuk pikiran dan tubuh Anda. Untungnya, ada banyak yang dapat Anda lakukan untuk  mempelancar peredaran darah dan membakar kalori yang berlebih, sementara anda masih tetap dapat menyelesaikan pekerjaan Anda. 
Langkah langkahnya ialah

1. mengunyah permen karet saat bekerja
Mengunyah permen karet membakar sekitar 11 kalori per jam. Hal ini mungkin tidak terdengar seperti Anda membakar banyak kalori, tapi permen karet setiap hari selama 2 jam akan membakar sekitar 155 kalori seminggu. Manfaat lain adalah bahwa ketika Anda benar-benar mengunyah permen karet, itu dapat mengurangi sedikit rasa lapar.

2. sisikan uang untuk mencari  Balance ball chair (kursi latihan bola)
Ketika Anda secara teratur duduk di bola otot-otot postural yang bekerja. Tubuh juga terus-menerus membuat penyesuaian kecil pada otot kaki dan perut. Dengan kursi latihan bola tubuh Anda tetap aktif  dan Ketika merasa gelisah, Anda dapat bergerak naik turun sambil duduk di kursi keseimbangan bola, pengeluaran energi ekstra (dan membakar lebih banyak kalori).

3 gunakan tangga darurat
Biasakan untuk di pagi hari naik turun di kantor menggunakan tangga darurat, dan anda hanya menggunakan lift saat pada sore hari atau saat naik ke lantai yang cukup/paling tinggi.

4 Menggunakan meja berdiri
sesekali bekerjalah sambil berdiri, bisa menggunakan meja kerja berdiri atau bisa juga menggunakan lemari/filing cabinet yang ukurannya sesuai. "Dengan berdiri, bukan duduk, kita membakar kalori tiga kali lebih banyak," katanya. Kontraksi otot termasuk yang diperlukan untuk berdiri, tampaknya memicu proses penting berkaitan dengan pemecahan lemak dan gula. "Ketika Anda duduk, kontraksi otot berhenti.

5. jalan cepat
Daripada jalan santai, cobalah untuk bergerak lebih cepat ketika berjalan. Dengan begitu, semakin banyak kalori yang terbakar dan semakin sedikit waktu yang dihabiskan.

6. saat istirahat makan siang, pergi keluarlah
Pergi keluarlah saat istirahat makan siang Anda. Berjalan, jogging atau bersepeda ke tujuan tempat istirahat Anda. Tetaplah cari tempat istirahat yang diluar tapi masih dekat dengan kantor  meskipun anda membawa bekal dari rumah.

7 Kafein 
Kafein cenderung untuk meningkatkan jumlah kalori yang Anda bakar, mungkin karena mereka merangsang thermogenesis - salah satu cara tubuh Anda menghasilkan panas dan energi dari mencerna makanan dan karena meningkatkan energi berarti Anda bergerak lebih (yang berarti lebih banyak kalori yang terbakar). Memiliki 250 miligram kafein dengan makan dapat meningkatkan kalori yang dikeluarkan metabolisme makanan sebesar 10%.

8 Cari tugas menantang atau mengambil bagian dari tugas orang lain
selain bisa meningkatkan kualitas dan jabatan anda ternyata mengambil bagian dari tugas yang lebih tinggi dapat memunculkan perasaan gelisah.
Gelisah. Studi menunjukkan bahwa orang kurus gelisah selama sekitar 150 menit sehari, lebih dari orang gemuk lakukan. itu Semacam aktivitas tingkat rendah (menekan kaki dan jari-jari, memutar-mutar rambut, isyarat saat berbicara, dll) bisa membakar 350 kalori per hari, yang diterjemahkan ke dalam 10-30 pound per tahun! Ini disebut Non-Latihan Kegiatan thermogenesis (NEAT), setiap gerakan yang tidak dimaksudkan sebagai latihan. Anda dapat membakar 100-150 kalori ekstra per jam dengan meningkatkan NEAT.  


9.hindari junk food saat makan siang
Memperbanyak makan Buah dan Sayuran - Jika Anda serius ingin menurunkan berat badan dalam seminggu, salah satu cara yang harus dilakukan selain peningkatan cara diatas  adalah memperbanyak makan buah dan sayuran.  juga Minum Sebelum Makan - Tahukah Anda minum air 5-10 menit sebelum makan dapat mengurangi rasa lapar? Minum air sebelum makan dan Anda akan dapat mengurangi porsi makan. Dengan penekanan pada air minum juga dapat membantu meningkatkan metabolisme Anda.

10. Mengambil jalan-jalan sore dengan rekan kerja. Ini adalah kesempatan besar untuk bersosialisasi dan menbangun keakraban antar rekan kerja, dan mendapatkan udara segar akan membantu re-energi Anda juga! dari pada anda bermacet-macet ria dan langsung pulang kerumah lebih baik jalan-jalan dulu bersama rekan kerja. 

jadi prinsipnya yang dapat menurunkan berat badan anda ialah dengan mengurangi pemasukan kalori dan meningkatkan pengeluaran kalori serta komitmen yang tinggi untuk melakulannya

semoga bermanfaat. 
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Jika anda Ingin mengcopy artikel ini ke blog/situs anda harap atau di mohon dengan kerendahan hatinya umtuk  memberikan/mencantumkan sumber link aktif yang menuju ke artikel ini . jika tidak maka akan di proses secara DMCA Takedown yang bisa berakibat buruk pada blog saudara. Sesama Makhluk hidup mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya
Read More